25 MEI 2024

Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia

Singkatnya, sebelum resmi menjadi bahasa nasional, bahasa Indonesia terlebih dahulu dikenal sebagai bahasa Melayu. Baru semenjak tanggal 28 Oktober 1928, bahasa Indonesia resmi dipakai oleh Negara Indonesia sebagai bahasa nasional.

Sementara itu, untuk menelusuri bagaimana sejarah perkembangan Bahasa Indonesia, haruslah dimulai dari sejarah kelahirannya terlebih dahulu yang akan disampaikan pada pemaparan di bawah ini.

NONTON JUGA  : WINDA WULANDARI SEJARAH BAHASA INDONESIA

Sejarah Lahirnya Bahasa Indonesia





sumber gambar ; klik disini

Sejarah kelahiran bahasa Indonesia bermula dari bahasa Melayu tua yang hingga kini masih dapat diselidiki sebagai peninggalan masa lampau Nusantara. Penelitian lanjutan yang dilakukan oleh para ahli bahkan menemukan bahwa bahasa Astronesia ini juga memiliki hubungan kekeluargaan dengan bahasa-bahasa lain yang dipergunakan di daratan Asia tenggara (Pramuki, dkk, 2014, hlm. 3).

Sedari dulu bahasa ini merupakan bahasa penghubung antar Negara di Asia Tenggara. Hal tersebut dibuktikan dengan keberadaan prasasti Kedukan Bukit (683 M), Talang Tuo (684 M), Kota Kapur (686 M), Karah Barahi (686 M) yang menggunakan bahasa serupa.

Ketika bangsa Eropa pertama kali datang ke Indonesia, bahasa Melayu sudah memiliki kedudukan luar biasa di tengah-tengah masyarakat Nusantara. Pigafetta yang mengikuti perjalanan Magelhaen mengelilingi dunia menuliskan kata-kata Melayu ketika kapalnya berlabuh di Tidore pada tahun 1521. Padahal, bahasa Melayu berasal dari bagian barat Nusantara. Hal tersebut adalah bukti kuat yang memperlihatkan bahwa bahasa Melayu pada zaman itu sudah menyebar luas hingga ke daerah Nusantara yang berada jauh di bagian timur (Pramuki, dkk, 2014, hlm. 3).

Ditambah lagi, menurut Jan Huygen van Lischoten, seorang pelaut Belanda yang 60 tahun kemudian berlayar ke Indonesia, mengungkapkan bahwa bahasa Melayu bukan hanya sudah banyak digunakan saja, tetapi sudah dianggap sebagai bahasa yang erhormat di antara bahasa-bahasa negeri timur. Ia membandingkan orang nusantara yang tidak bisa berbahasa Indonesia, sama dengan orang Belanda yang tidak mampu berbicara bahasa Prancis yang sudah banyak dikenal dan diistimewakan oleh orang Belanda.

Peresmian Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional

Pada zaman Belanda, ketika Dewan Rakyat dibentuk pada tanggal 18 Mei 1918, bahasa Melayu memperoleh pengakuan sebagai bahasa resmi kedua di samping bahasa Belanda yang berkedudukan sebagai bahasa resmi pertama di dalam sidang Dewan rakyat.

Namun baru pada tanggal 28 Oktober 1928, bahasa Indonesia diikrarkan menjadi bahasa persatuan atau bahasa nasional melalui ikrar Sumpah Pemuda. Keinginan untuk memiliki semangat juang bersama agar merasa terikat dalam satu bangsa dan bahasa adalah latar belakang dari ikrar ini; Satu Tanah Air, Satu Bangsa, Satu Bahasa.

Berikut adalah butir-butir ikrar sumpah pemuda yang salah satu poinnya adalah menetapkan bahasa Indonesia sebagai persatuan bangsa.

Ikrar Sumpah Pemuda

  1. Pertama: Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.
  2. Kedua: Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
  3. Ketiga: Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
  4. Sayangnya, anggota bumiputra tidak banyak yang memanfaatkannya. Isu bahasa resmi ini kemudian muncul lagi ke permukaan dalam Kongres Bahasa Indonesia pertama di Solo pada tahun 1938. Kongres itu menghasilkan dua keputusan penting, yaitu bahasa Indonesia menjadi: (1) bahasa resmi; (2) bahasa pengantar dalam badan-badan perwakilan dan perundang-undangan (Pramuki, dkk, 2014, hlm. 6).